BARABAI – Banyak pertanyaan kritis yang terlontar dari santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Istiqamah saat mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Muda Bersatu (JMB) Kabupaten HST dengan pondok pesantren modern tersebut.
Para penghuni pondok yang sangat terbiasa dalam berbicara Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab seolah rebutan saat diberi kesempatan untuk bertanya tentang dunia jurnalistik maupun tulis menulis. “Apa untungnya jadi wartawan,” kata Abdi, salah seorang santri, yang begitu antusias mengikuti pelatihan jurnalistik dengan tema Discover The Word by Pen.
Tak hanya itu, Nor Thaibah, santriwati lainnya, menanyakan bagaimana membuat sebuah tulisan itu menjadi menarik dan layak untuk dibaca.”Lalu apakah piramida terbalik itu,” tanya, M Rahmani, peserta lainnya.
Pertanyaan kritis ini dijawab dengan secara gamblang para pemateri. Iwan, salah seorang keynote speaker mengakatan salah satu keuntungan jadi wartawan dapat bertemu langsung dengan pejabat penting di pemerintahan. Seperti Bupati, Walikota bahkan Gubernur pun bisa ditemui dengan dengan langsung. ”Wartawan juga sangat berperan dalam perubahan sosial, kontrol sosial dan mengawal kebijakan pemerintah,” terangnya.
Mengenai piramida terbalik, adalah acuan umum mengenai sebuah berita. artinya, bagian atas dari piramida tersebut adalah memuat fakta-fakta yang penting, dan di perkuat dengan 5 w plus 1 H. ”Paling tidak berita memuat Apa, Dimana, Kapan, Who, Why, Where dan How,” terangnya.
Pelatihan jurnalistik ini digelar dua hari, Jumat dan Sabtu, peserta lebih dari 100 santri. Materi yang disajikan adalah dasar-dasar jurnalistik, berita dan cara menghimpunnya, teknik wawancara, bahasa jurnalistik, seluk beluk menulis naskah berita. Dan praktek membuat berita hingga wawancara. Pemateri dari wartawan beragam media di desk Kabupaten HST. (why)