Manfaat Biogas bagi Kehidupan Petani (1)
Tidak Lagi Antre Minyak, Anggaran Lebih Hemat
Kenaikan BBM membuat banyak masyarakat berkerut dahi. Tapi sebaliknya, para petani yang memanfaatkan biogas dengan bahan kotoran sapi menjadi sulosi konkret. Petani dapat berhemat, juga tidak berdesakan untuk antre minyak.
Sebenarnya teknologi pemanfaatan kotoran sapi untuk berbagai keperluan sudah diterapkan di sejumlah tempat. Tetapi, di Kabupaten HST baru-baru dilakukan dalam hitungan beberapa tahun terakhir. Hasilnya, cukup menggembirakan.
Biogas, demikian sebutan untuk pemanfaatan kotoran sapi untuk menghasilkan sebuah energi. Teknologi sebenarnya, sangat efektif untuk mengatasi membludaknya kotoran sapi yang dihasilkan selama ini. Masalah lingkungan teratasi, dan masyarakat pun mendapatkan energi untuk keperluaan dapur.
Adalah Hartati, seorang ibu rumah tangga yang sudah beberapa bulan memanfaatkan biogas dari kotoran sapi tersebut. Ibu tiga anak inipun, saban hari sudah beralih dari kompor minyak menjadi kompor biogas.
”Bila menggunakan minyak tanah paling tidak satu liter per hari. Sekarang dengan biogas, kami sakahandak (semuanya,red),” kata Hartati saat berbincang dengan wartawan koran, di suatu siang pekan lalu sembari memasak ikan laut untuk makan sekeluarga.
Tak hanya menghemat bahan bakar, biogas dari kotoran sapi tersebut sepertinya ramah lingkungan. Bahkan, panci dan alat masak lainnya, yang kerap hangus pada bagian bawah kini tidak terjadi lagi. ”Panci kada hangit lagi,” terangnya.
Senada dengannya, Patoni, seorang warga Sungai Rangas juga mengakui bahwa biogas mengemat anggaran rumah tangga. ”Paling tidak Rp150 ribu dapat dihemat karena tak beli mitan lagi,” terang Patoni, yang juga pegawai di Dinas Kehutanan, Peternakan dan Perikanan ini. Tambahnya, pembuatan teknologi untuk biogas tidak memerlukan biaya mahal. Berkisar Rp7,5 juta. Alat tersebut dapat digunakan untuk masa 30 tahun. Dan satu alat dapat digunakan untuk tiga rumah tangga.
Sementara itu, dari data Dinas, populasi sapi di HST sebanyak di 11 kecamatan adalah 11.656 ekor, kotoran sapi dapat diproduksi 75, 53 Ton lebih. Prediksi unit biogas yang dapat dihasilkan adalah 2.324 unit. Biogas mampu menyalakan kompor selama 14-16 jam per hari, dengan kebutuhan kotoran sapi sebanyak 90 Kg per hari yang dihasilkan 4 ekor sapi dewasa. (m wahyuni)