Belajar Berenang Gaya Anak Sungai
Bila Anda tak bisa bakunyung (berenang,red) dipastikan anda dulunya tak pernah belajar. Atau jangan-jangan memang takut akan air. Ehm?
M WAHYUNI, Barabai
Lantaran tak ada kolam renang seperti halnya di kota Banjarmasin, maka cara yang paling ampuh untuk bisa bakunyung (berenang,red) adalah belajar di sungai. Bila di Kabupaten Banjar misalnya banyak anak-anak belajar di saluran irigasi Riam Kanan. Maka untuk masyarakat HST terutama yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Barabai, anak-anak pastinya pun menggunakan sungai ini sebagai latihan belajar bakunyung. Artinya tak hanya MCK (mandi cuci dan kakus) tapi, MCK+LB alias mandi cuci kakus sekaligus belajar bakunyung.
Seperti apa belajar bakunyung, tidak terlalu sulit untuk bisa mengapung di atas permukaan air tersebut. Pertama dapat belajar dengan orang dewasa yang sudah dapat berenang. Caranya dengan badan telengkup dipermukaan air sembari memainkan kedua tangan dan kaki. Dapat juga dengan menggunakan pelampung yang terbuat dari ucus (ban dalam) sepeda motor dengan velg lingkaran kecil. Untuk yang pakai ucus dijamin belajar seperti ini, tidak akan mudah lamas alias tenggelam. Kecuali bila ucus yang gembos bisa ditebak, pastinya anda tenggelam.
Biasanya lagi bagi anak sungai, belajar berenang dilakukan di tepi sungai yang kedalaman airnya tidak terlalu dalam. Nah, di sungai yang tak dalam inilah anak-anak biasanya belajar berenang secara mandiri. Caranya?“Bakacabak-bakacabak dahulu,” kata Ilmi, laki-laki yang duduk di kelas V ini menuturkan pengalaman belajar berenang. Menurutnya, setelah bakacabak (memainkan kedua tangan dan kaki,red). Barulah berenang ke tengah yang airnya agak dalam. Bila sudah terasa lihai, akhirnya perenang pemula ini bisa melakukan manuver menyeberangi sungai. Menyeberangi sungai Barabai yang lebarnya sekira 15 meter inilah menjadi keasikkan tersendiri bagi Ilmi. Artinya bila sudah berhasil menyeberang anda pasti diakui telah berhasil lulus latihan berenang. Tak hanya itu, menyeberangi sungai bago para perenang tidak hanya dituntut lihai memadukan tangan dan kaki mereka. Tetapi, juga harus berjuang mengatasi kuatnya arus sungai. Jadinya, bila menyebrang sungai pastinya akan larut beberapa meter saat tiba di seberang.
Selain kuatnya arus, yang perlu diperhatikan bila mandi di sungai adalah banyaknya rintangan berupa kotoran manusia yang di produksi dari kakus maupun sampah rumah tangga yang biasanya dibuang secara sembarangan. Lagi, setelah lihai berenang barulah anda belajar tajun dari jembatan?. (habis
saya undang anda untuk bergabung dengan komunitas blogger kalsel (http://kayuhbaimbai.org). bila anda online saat ini, kita juga mengundang anda untuk menghadiri pertemuan di Kandangan tanngal 28 ini. info bisa dilihat di web kayuhbaimbai. kontak saya di 05117718393/085251534313/081952954056
chandra
sama-sama bos. selain tajun mulai jembatan, tajun di atas pohon lua bisa lah?? he2x asa pagat jantung
ati2x terantuk batu di pagat. mandi di sana nyamannya mambawa “bintangan” he2.
anda banar bagabung. tapi kaya apa am?