Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (5-habis)

Membagi Hasil Panen Buah dan Sayuran

Lelah berkubang dengan Lumpur sawah rasanya akan hilang bila Anda sudah memperoleh hasilnya untuk dimakan bersama keluarga di rumah.

M WAHYUNI, Barabai

Caks..caks, bunyi kacang panjang mentah saat di telan Pa Wahid, hitungan detik sebatang sayuran itu habis. Raut wajahnya terlihat sangat menikmati sayuran itu. Siang itu, saat berpamitan istri Pa Wahid pun bergegas ke kebun untuk memetik kacang panjang. Karung yang tadinya berisi seperempat buah rambutan akhirnya bertambah kapasitas dengan seikat besar kacang panjang organik. Kenapa demikian, Pa Wahid sepertinya ingin merasakan kualitas kacang tersebut untuk keluarga di rumah. Bahkan secara terbuka ia mengatakan sayuran itu tidak menggunakan obat-obat kimia untuk proses pertumbuhannya. Sehingga bila di konsumsi pun dijamin tak menyebabkan penyakit.
Oleh-oleh dari pasutri ini tak habis sampai di sini, beberapa biji buah nenas berwana kuning pun ia masukkan ke dalam karung. “Barang ai sedikit saorang sagan di rumah,” paparnya.
Kawan-kawan pun sepakat untuk segera berpamitan pulang. “Bila pian turun ke Barabai jangan lupa singgah ke rumah.Handak kada ngalih kami biasanya ngumpul di humas,” kata Iwan sembari beringsut mau pulang. Secara perlahan, kami pun kembali menyeberangi Sungai Batang Alai, air tetap jernih dan lumut yang menempel di bebatuan menjadi perwarna bagi keindahan dasar sungai. Setiba di seberang, kawan yang tadinya melepaskan sepatu akhirnya memasang lagi alas kaki mereka. Setelah itu, kami lagi-lagi berjalan ke tepi jalanan beraspal. Dalam hitungan detik, kami menyelinap ke dalam mobil carry biru bermesin 1.000 CC yang sudah menanti. Jam terus bergerak, siang yang tadinya terik mulai bergeser. Akhirnya, kami balik kanan menuju kota Barabai. Hitungan menit roda empat yang kami tumpangi pun merayap masuk kota. “Kita ke rumah dulu lah, aku handak mengirim berita nah dulu,” pinta Yudi. Meluncurlah kami ke kelurahan Barabai sebelah barat tersebut. “Selajur di bagi aja gin,” saran Ari sambil membawa karung buah dan sayuran setiba di rumah Yudi. Akhirnya kami pun berbagi secara damai buah rambutan, nenas dan kacang panjang untuk dinikmati keluarga di rumah.***
04-makan-iwak-karing2

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s