<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KoTa ApAm BARABAI</title>
	<atom:link href="http://barabaiview.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://barabaiview.wordpress.com</link>
	<description>Melangkah lebih dahsyat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2009 05:09:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='barabaiview.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KoTa ApAm BARABAI</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://barabaiview.wordpress.com/osd.xml" title="KoTa ApAm BARABAI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://barabaiview.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (5-habis)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/23/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-5-habis/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/23/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-5-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 05:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/23/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-5-habis/</guid>
		<description><![CDATA[Membagi Hasil Panen Buah dan Sayuran Lelah berkubang dengan Lumpur sawah rasanya akan hilang bila Anda sudah memperoleh hasilnya untuk dimakan bersama keluarga di rumah. M WAHYUNI, Barabai Caks..caks, bunyi kacang panjang mentah saat di telan Pa Wahid, hitungan detik &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/23/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-5-habis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=52&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membagi Hasil Panen Buah dan Sayuran</p>
<p>Lelah berkubang dengan Lumpur sawah rasanya akan hilang bila Anda sudah memperoleh hasilnya untuk dimakan bersama keluarga di rumah.</p>
<p>M WAHYUNI, Barabai </p>
<p>Caks..caks, bunyi kacang panjang mentah saat di telan Pa Wahid, hitungan detik sebatang sayuran itu habis. Raut wajahnya terlihat sangat menikmati sayuran itu. Siang itu, saat berpamitan  istri Pa Wahid pun bergegas ke kebun untuk memetik kacang panjang. Karung yang tadinya berisi seperempat buah rambutan akhirnya bertambah kapasitas dengan seikat besar kacang panjang organik. Kenapa demikian, Pa Wahid sepertinya ingin merasakan kualitas kacang tersebut untuk keluarga di rumah. Bahkan secara terbuka ia mengatakan sayuran itu tidak menggunakan obat-obat kimia untuk proses pertumbuhannya. Sehingga bila di konsumsi pun dijamin tak menyebabkan penyakit.<br />
Oleh-oleh dari pasutri ini tak habis sampai di sini, beberapa biji buah nenas berwana kuning pun ia masukkan ke dalam karung. “Barang ai sedikit saorang sagan di rumah,” paparnya.<br />
Kawan-kawan pun sepakat untuk segera berpamitan pulang. “Bila pian turun ke Barabai jangan lupa singgah ke rumah.Handak kada ngalih kami biasanya ngumpul di humas,” kata Iwan sembari beringsut mau pulang. Secara perlahan, kami  pun kembali menyeberangi Sungai Batang Alai, air tetap jernih dan lumut yang menempel di bebatuan menjadi perwarna bagi keindahan dasar sungai. Setiba di seberang, kawan yang tadinya melepaskan sepatu akhirnya memasang lagi alas kaki mereka. Setelah itu, kami lagi-lagi berjalan ke tepi jalanan beraspal. Dalam hitungan detik, kami menyelinap ke dalam mobil carry biru bermesin 1.000 CC yang sudah menanti. Jam terus bergerak, siang yang tadinya terik mulai bergeser. Akhirnya, kami balik kanan menuju kota Barabai. Hitungan menit roda empat yang kami tumpangi pun merayap masuk kota. “Kita ke rumah dulu lah, aku handak mengirim berita nah dulu,” pinta Yudi. Meluncurlah kami ke kelurahan Barabai sebelah barat tersebut. “Selajur di bagi aja gin,” saran Ari sambil membawa karung buah dan sayuran setiba di rumah Yudi. Akhirnya kami pun berbagi secara damai buah rambutan, nenas dan kacang panjang untuk dinikmati keluarga di rumah.***<br />
<img src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/02/04-makan-iwak-karing2.jpg?w=500&#038;h=375" alt="04-makan-iwak-karing2" title="04-makan-iwak-karing2" width="500" height="375" class="alignleft size-full wp-image-51" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=52&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/23/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-5-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/02/04-makan-iwak-karing2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">04-makan-iwak-karing2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (4)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/19/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-4/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/19/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 09:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/19/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-4/</guid>
		<description><![CDATA[Makan Enak dengan Lauk Iwak Telang Pernahkan Anda makan siang di tengah persawahan di kawasan Pegunungan Meratus? Bila belum, rasanya belum lengkap cerita hidup Anda tanpa merasakannya. Hmm Nikmat dan nyaman banar. M WAHYUNI, Barabai “Amun makan pisang haja kada &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/19/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-4/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=50&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makan Enak dengan Lauk Iwak Telang</p>
<p>Pernahkan Anda makan siang di tengah persawahan di kawasan Pegunungan Meratus? Bila belum, rasanya belum lengkap cerita hidup Anda tanpa merasakannya. Hmm Nikmat dan nyaman banar.</p>
<p>M WAHYUNI, Barabai </p>
<p>“Amun makan pisang haja kada kenyang. Tunggu ja aku masakkan dulu,” kata istri Pa Wahid. Benar saja, ibu yang mempunyai tiga anak ini dengan tangan terampilnya menyajikan kami makan siang yang luar biasa. Lebih dari 30 menit kami menerabas hutan Maligam maupun berjalan di galangan persawahan tentunya membuat pengganjal kenyang lenyap. Kendati makan pisang kapas beberapa biji, tak bisa juga menghantarkan untuk menolak tawaraan istri Pa Wahid.<br />
Setelah seperempat karung rambutan sudah kami peroleh kami pun bergegas untuk kembali ke lampau (pondok kecil untuk tempat istirahat di sawah). Namun untuk pulang kami tak melewati lumpur sawah. Tak juga berkutat dengan keladi hutan. Perjalanan pulang kami lakukan dengan memutar. Kondisi jalannya tak begitu menyulitkan, bisa dipastikan hanya beberapa detik lampau pun kami dapati.<br />
“Ayo langsung aja makanan,” ajak Pa Wahid. Ajakan yang begitu menggoda itupun langsung kami tanggapi dengan serius. Namun untuk memenuhi kaidah kesehatan, kawan-kawan harus cuci tangan dan cuci kaki dahulu ke sungai. Proses pembersihan bagian tubuh berlangsung cepat. Akhirnya satu demi satu kami beranjak naik ke lampau.<br />
Sajian yang dihidangkan istri Pa Wahid yang juga mengajar sebagai guru di SDN Hinas Kiri sungguh membuat liur turun dengan sendirinya ke tenggorokkan. Nasi putih masih terlihat berkukus menandakan baru diangkat dari panci. Di bagian tengah, sayur useng-useng setengah matang kacang panjang sudah berkedip. Fisik sayuran ini menampakan bahwa pembuatnya begitu rapi memadukan bumbu. Ini belum cukup, di sebelang useng-useng kacang. Ada sebuah piring kecil yang isinya ikan dari air tawar dan laut. Siapa itu?,Hmm ikan asing sepat dan telang yang baunya sudah dari tadi memenuhi rongga hidung.<br />
“Bismillahirrahmanirrahim,” nasi bercampur useng-useng dan iwak telang sudah berada di mulut. Beberapa kali kunyah, makanan itu pun meluncur. Krak ehm, rasa asin dan gurihnya useng-useng semakin kuat untuk terus di makan. Suap demi suap, akhirnya sepiring nasi pun ludes kami santap. “Nyaman banar ih,” tambah pang pinta Yudi sambil mengambil nasi. Semilir angin yang masuk dari dinding lampau berukuran 3 x 3 meter semakin membuat nikmat makan siang di pinggir Pegunungan  Meratus. “Benar-benar luar biasa bu masakkannya,” ucap Rafdi sambil menyalami Pa Wahid dan istrinya saat kami beranjak pulang. (bersambung)  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=50&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2009/02/19/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (3)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/15/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-3/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/15/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 05:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Menjuluk Rambutan Hutan Bila biasanya Anda hanya memakan rambutan yang dijual di pasaran. Bagaimana suasana berburu rambutan yang rasanya tidak seperti rambutan biasa. M WAHYUNI, Barabai “Ii buhannya handak malihat nyiur babuah rambutankah?,” teriak Ari dari kejauhan di tengah &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/15/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=45&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"> Belajar Menjuluk Rambutan Hutan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Bila biasanya Anda hanya memakan rambutan yang dijual di pasaran. Bagaimana suasana berburu rambutan yang rasanya tidak seperti rambutan biasa.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">M WAHYUNI, Barabai </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"></p>
<div id="attachment_46" class="wp-caption alignleft" style="width: 394px"><img class="size-full wp-image-46" title="03-juluk-rambutan" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/03-juluk-rambutan.jpg?w=500" alt="mencari manis di hutan"   /><p class="wp-caption-text">mencari manis di hutan</p></div>
<p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">“Ii buhannya handak malihat nyiur babuah rambutankah?,” teriak Ari dari kejauhan di tengah rimbun hutan Maligam Pegunungan Meratus. Kawan-kawan yang berada di belakang akhirnya belarian untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Seperti biasa, kami pun harus cek dan ricek setiap informasi yang sangkut ke telinga kami. Apalagi buat berita yang notabene di konsumsi publik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Gegap langkah pun menyeruak beriringan dengan saat kaki menjejak tanah. Hanya hitungan detik, lokasi yang katanya nyiur berbuah rambutan itupun kami temukan. Buah berbulu berwana merah tampak menyembul di sela-sela daun nyiur yang tingginya sekira 10 meter. Bukan hanya satu daun, di sebelahnya juga terdapat rambutan masak. Benarkah nyiur berbuah rambutan? Untuk mengetahu secara detil, Anda harus berdiam diri beberapa detik. Perhatikan dengan seksama buah rambutan itu. Mulai dari ujung rambutnya, selanjutnya tangkai, kemudian ke dahan. Oo itu dia, sembari menunjuk Rafdi mengatakan ada pohon rambutan yang tumbuh tak jauh dari nyiur. Buah rambutan yang ranum itu, memang melebar hingga menyelinap di balik daun nyiur. Tinggi pohon rambutan hanya beberapa jengkal di bawah nyiur. Jadinya, sangat pantas bila buah rambutan seolah menempel pada daun nyiur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">“Ayo ke sana gin, pak Wahid sudah ke sana,” ajak Ari yang bahu kananya memikul karung kosong untuk tempat buah rambutan. Kaki pun kami geser ke depan, menerabas kumpulan nenas hutan. Tibalah di pohon rambutan hutan yang memang menjulang tinggi. Tak beberapa lama, pa Wahid <em>menjuluk </em>buah rambutan tersebut setangkai demi setangkai. Bukks…bunyi setangkai rambutan hutan yang menyentuh tanah. Bergegas Ari mengambilnya, dengan cekatan buah itu pun di kupas dengan giginya. Nyam..nyam, buah ini pun dimakannya secara lahap. Hanya selemparan, Ari juga membagikannya dengan kawan-kawan. Buah itu dapat dibuka dengan tangan lalu leps..di makan. Rasa rambutan hutan agak berbeda dengan rambutan di pasaran. Seperti apa ya, rasa gula memang terasa di lidah, tetapi rasa kecut juga tak mau kalah. “Kayak ini pang rasanya,” kata Pa Wahid sambil tersenyum penuh arti. <strong>(bersambung)</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=45&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/15/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/03-juluk-rambutan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">03-juluk-rambutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (2)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/12/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-2/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/12/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 06:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Meniti Galangan Persawahan Berlumpur Bila lapar menggelayut dalam perut bisa dihentikan sementara dengan pisang kapas manis. Ada juga cerita tentang menyusuri persawahan yang penuh jebakan lumpur. M WAHYUNI, Barabai Bagi warga Aluh-Aluh Kabupaten Banjar mungkin sudah sangat terbiasa dengan kehidupan &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/12/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=42&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Meniti Galangan Persawahan Berlumpur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Bila lapar menggelayut dalam perut bisa dihentikan sementara dengan pisang kapas manis. Ada juga cerita tentang menyusuri persawahan yang penuh jebakan lumpur.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">M WAHYUNI, Barabai </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"></p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-43" title="Berjalan ditugulan sawah" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/02-berjalan.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Hati-Hati, awas lumpur" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Hati-Hati, awas lumpur</p></div>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Bagi warga Aluh-Aluh Kabupaten Banjar mungkin sudah sangat terbiasa dengan kehidupan <em>bahuma</em> (menanam padi). Tapi, bagi Anda yang tidak berasal dari sana, atau jarang berhubungan dengan sawah, tidak salahnya berbagi informasi bagaimana menyusuri persawahan di lembah Pegunungan Meratus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Bila biasanya, petani Meratus menanam padi jenis Buyung di mungkur (bukit). Beda sifat dengan warga yang <em>bahuma</em> di lembah. Di lembah ini, sudah memakai benih varietas IR-42. Jenis padi ini, memang relatif berumur pendek. Sekira 4 bulan dari batanam, padi ini pun sudah dapat di panen. Waktu itu, kami berenam (termasuk saya) seperti menemukan mainan baru, saat melintasi galangan persawahan yang di kelola teman kami, Pa Wahid. Pria bersahaja inilah yang memetik dan menyajikan pisang kapas manis untuk menahan lapar sementara bagi kami berenam yang saat itu agak kelaparan. Bisa di bayangkan di bawah terik siang <em>setumat haja</em> kami sudah merasa perut keroncongan, apalagi jemaah haji tahun tadi saat wukuf di padang Arafah harus menahan lapar. Pastinya diperlukan kesabaran dan kekuatan menahan lapar. Saat para dermawan membagikan pisang mereka pun harus berebut untuk makan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Kembali ke awal bagaimana meniti galangan. Bak belajar mainan baru, juga sebagai <em>refreshing</em> lantaran dituntut <em>hunting</em> berita setiap hari kami pun berjalan di tanah selebar puluhan centimeter. Berat tubuh ternyata mempengaruhi kecepatan gerak lho. Buktinya, Ari, yang bertubuh agak ramping memimpin di depan. Sedangkan Rafdi yang berbadan lumayan gede harus kalah di belakang. Terkadang, bagi yang berbadan <em>lamak</em> harus ektra hati-hati. Jebakan lumpur di tanah berjenis Ultisols bisa melilit dengan kuat. “Eiiet, nyaman kada basandal jua,” kata Yudi setengah mengejek kepada kawan yang waktu itu memakai sandal gunung yang diduga aspal (asli tapi palsu)?. Tak dipungkiri menaklukan jalan berlumpur harusnya tidak memakai sandal. Asli atau palsu sebenarnya tidak ada bedanya. Yang jelas berjalan di tanah persawahan lebih baik jangan pakai sandal. Kalau mau beralas jua lebih sepatu bot. <strong>(bersambung)</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=42&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/12/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/02-berjalan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berjalan ditugulan sawah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusuri “Tepi” Pegunungan Meratus (1)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/10/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-1/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/10/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 03:49:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pisang Kapas untuk Pengganjal Perut Menikmati perjalanan menyusuri tepi gunung sungguh terasa mengasikkan. Apalagi saat perut lapar, ada tanaman pengganjal sementara yang bernama pisang kapas. M WAHYUNI, Barabai Menjelang siang, hari itu, Pertengahan Tahun 2008. kami (reporter liputan HST) kembali &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/10/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=39&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family:&quot;">Pisang Kapas untuk Pengganjal Perut</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Menikmati perjalanan menyusuri tepi gunung sungguh terasa mengasikkan. Apalagi saat perut lapar, ada tanaman pengganjal sementara yang bernama pisang kapas.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">M WAHYUNI, Barabai </span></strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-40" title="01-makan-pisang" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/01-makan-pisang.jpg?w=500&#038;h=375" alt="01-makan-pisang" width="500" height="375" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Menjelang siang, hari itu, Pertengahan Tahun 2008. kami (reporter liputan HST) kembali menjelejahi pinggir kawasan pegunungan Meratus. Tepatnya di Kecamatan Batang Alai Timur (BAT). Di kecamatan ujung, Kabupaten HST ini masih banyak pesona yang tak pernah habis untuk diinformasikan kepada Anda. Terik matahari siang tersebut tak menyurutkan langkah 6 pasang kaki menempuh perjalanan bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Pada mulanya kami hanya ingin mengunjungi SMPN1 BAT yang terkenal lantaran usaha kebersihan sekolah (UKS) mendapat peringkat nomor wahid se Kalsel dan menyambangi Masjidi, guru SDN Batu Perahu yang terkenal luar biasa karena berjalan kaki pulang pergi selama 6 jam hanya untuk membagi ilmu pengetahuan kepada anak gunung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Sepenggal jalan itu, kami harus menyinggahi kawan yang hidupnya di sekitar pinggir pegunungan yang tebentang hingga beberapa kabupaten itu. Pada sebuah pinggir sungai Batang Alai Timur airnya begitu segar saat kami menjejakan kaki ke dasar sungai. Warna airnya jernih, batu di dasar nampak jelas. Lumut yang merayap di atas bebatuan di dasar sungai tampah hening. Dinginnya air sungai itu, sangat bertentangan dengan suasana di atas yang menyengat. “Ehm segar sekali,” gumam Iwan yang terlihat membasuh wajahnya dari peluh. Dari kota Barabai ke tempat itu memang lumayan memakan waktu yang banyak, apalagi hanya menggunakan roda empat jenis carry bermesin 1.000 CC. Ah, tak apalah yang jelas. Kami sudah di sungai dan berusaha menyeberang sungai berair dangkal menuju kebun Pa Wahid. Lantaran tak terlalu bersiap diri, kawan-kawan yang memakai sepatu kulit atau jenis <em>sport</em> terpaksa melepasnya duluan. Bahkan kaos kaki bermacam merek harus di parkir sebentar. Tak kurang dua menit, sungai beriak kecil berlebar sekira 7 meter ini pun secara mudah dapat ditaklukkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">“Meski surut ada tantangan jua,” ucap Rafdi, yang terpaksa melipat celana kain hingga ke setingkat lutut. Memang kami berangkat menjelang siang, dan saat sampai di sisi seberang sungai tampak matahari berada tepat di atas ubun. Iyalah tengah hari pun telah menyapa dan tentunya kebutuhan dasar pun mulai terganggu. Rasa lapar pun merayap di perut. Beruntungnya kawan kami di seberang tadi sudah bersedia pisang kapas manis. “Alhamdulillah pisang barang dahulu asa lapar banar parut,” terang Yudi sambil mengambil sebiji pisang diiringi yang lainnya di lampau Pa Wahid. <strong>(bersambung)</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=39&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2009/01/10/menyusuri-%e2%80%9ctepi%e2%80%9d-pegunungan-meratus-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2009/01/01-makan-pisang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">01-makan-pisang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Mandi di Sungai Barabai (2-habis)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-2-habis/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Berenang Gaya Anak Sungai Bila Anda tak bisa bakunyung (berenang,red) dipastikan anda dulunya tak pernah belajar. Atau jangan-jangan memang takut akan air. Ehm? M WAHYUNI, Barabai Lantaran tak ada kolam renang seperti halnya di kota Banjarmasin, maka cara yang &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-2-habis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=35&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Belajar Berenang Gaya Anak Sungai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Bila Anda tak bisa bakunyung (berenang,red) dipastikan anda dulunya tak pernah belajar. Atau jangan-jangan memang takut akan air. Ehm?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">M WAHYUNI, Barabai</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Lantaran tak ada kolam renang seperti halnya di kota Banjarmasin, maka cara yang paling ampuh untuk bisa bakunyung (berenang,red) adalah belajar di sungai. Bila di Kabupaten Banjar misalnya banyak anak-anak belajar di saluran irigasi Riam Kanan. Maka untuk masyarakat HST terutama yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Barabai, anak-anak pastinya pun menggunakan sungai ini sebagai latihan belajar bakunyung. Artinya tak hanya MCK (mandi cuci dan kakus) tapi, MCK+LB alias mandi cuci kakus sekaligus belajar bakunyung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Seperti apa belajar bakunyung, tidak terlalu sulit untuk bisa mengapung di atas permukaan air tersebut. Pertama dapat belajar dengan orang dewasa yang sudah dapat berenang. Caranya dengan badan telengkup dipermukaan air sembari memainkan kedua tangan dan kaki. Dapat juga dengan menggunakan pelampung yang terbuat dari ucus (ban dalam) sepeda motor dengan velg lingkaran kecil. Untuk yang pakai ucus dijamin belajar seperti ini, tidak akan mudah lamas alias tenggelam. Kecuali bila ucus yang gembos bisa ditebak, pastinya anda tenggelam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Biasanya lagi bagi anak sungai, belajar berenang dilakukan di tepi sungai yang kedalaman airnya tidak terlalu dalam. Nah, di sungai yang tak dalam inilah anak-anak biasanya belajar berenang secara mandiri. Caranya?“Bakacabak-bakacabak dahulu,” kata Ilmi, laki-laki yang duduk di kelas V ini menuturkan pengalaman belajar berenang. Menurutnya, setelah bakacabak (memainkan kedua tangan dan kaki,red). Barulah berenang ke tengah yang airnya agak dalam. Bila sudah terasa lihai, akhirnya perenang pemula ini bisa melakukan manuver menyeberangi sungai. Menyeberangi sungai Barabai yang lebarnya sekira 15 meter inilah menjadi keasikkan tersendiri bagi Ilmi. Artinya bila sudah berhasil menyeberang anda pasti diakui telah<span> </span>berhasil lulus latihan berenang. <span> </span>Tak hanya itu, menyeberangi sungai bago para perenang tidak hanya dituntut lihai memadukan tangan dan kaki mereka. Tetapi, juga harus berjuang mengatasi kuatnya arus sungai. Jadinya, bila menyebrang sungai pastinya akan larut beberapa meter saat tiba di seberang.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Selain kuatnya arus, yang perlu diperhatikan bila mandi di sungai adalah banyaknya rintangan berupa kotoran manusia yang di produksi dari kakus maupun sampah rumah tangga yang biasanya dibuang secara sembarangan. Lagi, setelah lihai berenang barulah anda belajar tajun dari jembatan?. <strong>(habis<a href="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-36" title="cer-tajun2" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun2.jpg?w=500&#038;h=375" alt="cer-tajun2" width="500" height="375" /></a></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=35&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cer-tajun2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Mandi di Sungai Barabai (1)</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-1/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Lompat “Indah” dari Jembatan Shulaha Mandi memang kebutuhan sosial bagi setiap orang. Bagi masyarakat yang berdiam diri jauh dari sungai pastinya mereka mandi di kamar mandi. Beda dengan warga di pinggir sungai. Seperti apa? M WAHYUNI, Barabai Sebenarnya tidak banyak &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=32&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Lompat “Indah” dari Jembatan Shulaha</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Mandi memang kebutuhan sosial bagi setiap orang. Bagi masyarakat yang berdiam diri jauh dari sungai pastinya mereka mandi di kamar mandi. Beda dengan warga di pinggir sungai. Seperti apa?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">M WAHYUNI, Barabai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Sebenarnya tidak banyak berbeda antara mandi di kamar mandi dengan mandi alam terbuka. Ya sama-sama membersihkan tubuh dari kotoran yang melekat lantaran seharian bekerja atau beraktivitas lainnya. Namun tidak ada salahnya bila Anda yang bukan berasal dari masyarakat pinggir sungai untuk berbagi nikmatnya mandi di Sungai Barabai. Sungai Barabai yang membelah kota Barabai ini berhulu di Pegunungan Meratus dan hilirnya di tertampung menuju Sungai Negara hingga berujung ke Sungai Barito. Bagi masyarakat yang berdiam di pinggiran sungai, pastinya menggunakan sungai ini untuk aktivitas mandi cuci dan kakus (MCK). Tak pelak, sungai ini pun akan selalu rame apalagi disaat sore maupun pada pukul-pukul sibuk. Biasanya untuk sore hari ada pemandangan lain di sungai Barabai. Bagaimana tidak, sungai tersebut ternyata dijadikan ajang latihan bagi para anak-anak. Mulai latihan berenang hingga latihan nyali, yakni terjun “indah” dari beberapa ketinggian.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bila dahulu, di pinggir Sungai Barabai banyak ditumbuhi pohon Loa (bentuk fisik pohon ini besar, biasanya berbuah seperti sekepalan bayi). Sehingga anak-anak tahun 1990-an itupun menggunakan media pohon Lua untuk batajunan (terjun Indah). Tetapi untuk saat kini berbeda, pada anak-anak tahun 2007-an ini tak lagi dapat merasakan pohon raksasa tersebut lagi. Jadinya, untuk terjun bebas ke sungai Barabai. Mereka menggunakan media jembatan. Ya demikianlah yang terjadi, seperti di Jembatan Shulaha (dinamakan seperti ini karena diseberangnya ada Masjid Ash Shulaha), saban sore, apalagi saat debit sungai meningkat tampak sekerumunan anak-anak berlatih terjun “indah”. <span> </span>Bagi segilintir orangtua mungkin merasa ketakutan melihat anaknya berlatih adegan berbahaya tersebut. Tetapi, buat anak-anak terjun dari jembatan Shulaha adalah sebuah kesenangan. “Rame om ai, bila kada mencoba kada tahu rasanya tajun,” kata Ihsan yang baru duduk di SD ini kepada wartawan koran ini. Tak hanya ihsan, Riza yang berperawakan gembrot juga mengakui bahwa sangat asyik tajun dari jembatan. “Seperti asa pagat jantung,” terangnya sambil mengakak bersama kawan-kawan yang lainnya. Tak hanya tajun bom, anak-anak itupun kadang-kadang terjun dengan gaya salto. Sepertinya mereka ingin meniru atlet yang sering tampil diacara olahraga di televisi. <strong>(bersambung)<a href="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-33" title="cer-tajun1" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="cer-tajun1" width="500" height="375" /></a></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=32&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2008/12/04/menikmati-mandi-di-sungai-barabai-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/12/cer-tajun1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cer-tajun1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lagi menuju PNS</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/25/lagi-menuju-pns/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/25/lagi-menuju-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 08:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[cer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Menengok Ujian Calon Abdi Negara (2-habis) Mencari Pasif Income Pendamping Jadi Pegawai Negeri Sipil memang sebuah pilihan yang ”menggiurkan”. Buktinya, kebanyakan orang yang ikut seleksi abdi masyarakat itu sudah punya gawian. Dan jadi PNS adalah sebagai pendapatan lainnya. Seleksi CPNS &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/25/lagi-menuju-pns/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=29&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Menengok Ujian Calon Abdi Negara (2-habis)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mencari Pasif Income Pendamping</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Jadi Pegawai Negeri Sipil memang sebuah pilihan yang ”menggiurkan”. Buktinya, kebanyakan orang yang ikut seleksi abdi masyarakat itu sudah punya gawian. Dan jadi PNS adalah sebagai pendapatan lainnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Seleksi CPNS tahun 2007 di Kabupaten HST menjadi catatan tersendiri. Ini menyangkut dari segi jumlah pelamar. Kabupaten teramai se Banua Anam ini ternyata mempunyai magnet tersendiri bagi lulusan kuliah dan pencari kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ada 63 posisi yang diperlukan dan Lebih dari 1.500 pelamar memasukan lamaran di sini. Dari 13 kabupaten/kota, HST adalah yang menerima pelamar paling banyak. ”Se Kalsel BKD HST kita yang paling banyak peminatnya,” aku Noor Ilmi, salah seorang staf BKD Kabupaten HST yang juga panitia Seleksi Penerimaan CPNS Tahun 2007. Wajar banyak. Di sini ada beberapa formasi yang menyediakan lebih dari satu kursi. Bahkan, di Barabai tidak menyaratkan batasan IPK. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Para peminat PNS ini ternyata tidak melulu fresh graduate. Buktinya, para pelamar yang ikut tes adalah sudah mempunyai pekerjaan dengan penghasilan tetap. Ada sudah bekerja di perusahaan telekomunikasi ternama, ada yang di Bank swasta. Juga ada yang sudah pengusaha dan wiraswasta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ajir, salah seorang pelamar adalah seorang lulusan PTN yang sudah memiliki usaha mandiri di Banjarmasin. Penghasilan pun lumayan sebagai penyedia aquarium dan isinya. Alasan ia ikut tes CPNS adalah untuk memperkuat pundi usahanya. ”Bila jadi PNS kan bisa sambilan berusaha swasta,” terangnya. Ada income tiap bulan dari gaji, sedangkan lainnya dari usaha mandirinya. Apalagi bebernya, pegawai punya cukup waktu luang untuk berbisnis. ”5 hari kerja, itupun Jumat kan setengah hari. Sisa waktu dalam seminggu dapat berbisnis,” terangnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bukan hanya melirik gaji tiap bulan. Ajir, juga mengatakan PNS juga mempunyai masa depan cukup cerah. Bagaimana pun, setiap tahun ada kenaikan gaji. Lalu banyak menerima libur panjang. ”Yang pasti ada dana pensiun selepas akhir jabatan nanti,” bebernya.</span></p>
<p class="MsoNormal">Lain Ajir, lain pula temannya, Akim. Lelaki bertubuh tinggi dan berambut lurus ini punya rencana sangat strategis yang melatarbelakangi ingin jadi PNS. Sekarang ia sudah bekerja cukup mapan. <span lang="SV">Sebagai pegawai Bank ternama, gajinya tentunya sudah sangat lumayan. Menjadi pegawai Bank itupun tidaklah mudah, ia sudah melalui serangkaian tes. Kok tetap saja mau jadi abdi negara. Ternyata calon istrinya adalah orang setempat. ”Bila lulus ku lepas posisiku sekarang, aku menikah disini dan menetap di Barabai,” terangnya. <strong>(m wahyuni)</strong></span></p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/2serius-kerjakan-soal.jpg"><img class="size-medium wp-image-30" title="2serius-kerjakan-soal" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/2serius-kerjakan-soal.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Serius jadi PNS" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Serius jadi PNS</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=29&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/25/lagi-menuju-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/2serius-kerjakan-soal.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2serius-kerjakan-soal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PNS masih di Idamkan</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/10/pns-masih-di-idamkan/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/10/pns-masih-di-idamkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 08:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Menengok Ujian Calon Abdi Negara (1) Ajang Silaturahmi Teman Kuliah Pekan kedua Bulan Desember tahun lalu sepertinya menjadi kenangan tersendiri. Saat itu, lebih dari 1.500-an lulusan PTN dan PTS tumplek bleg ikut seleksi menjadi calon pelayan publik. ”Mumpung ada kesempatan &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/10/pns-masih-di-idamkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=26&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="ES">Menengok Ujian Calon Abdi Negara (1)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="ES"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="ES">Ajang Silaturahmi Teman Kuliah </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="ES"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pekan kedua Bulan Desember tahun lalu sepertinya menjadi kenangan tersendiri. Saat itu, lebih dari 1.500-an lulusan PTN dan PTS tumplek bleg ikut seleksi menjadi calon pelayan publik.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Mumpung ada kesempatan tidak salahnya ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),” saran seorang orangtua waktu itu. Arief, demikian nama sang belahan jiwa ini pun mengangguk tapi ragu. Keraguan lulusan Teknik Sipil Unlam Banjarbaru ini memang sangat beralasan. Sudah dua tahun ini ia menikmati gaji cukup layak sebagai seorang konsultan di daerah Kaltim sana. Ia pun sungguh merasa bahwa gajinya tersebut sudah melampaui Upah Minimum Regional kala itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Alasan lain, Arif merasa belum mood untuk menjadi seorang pelayan publik tersebut. ”Mungkin kesempatan lain aja ulun ikut,” gumamnya saat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lelaki masih bujangan ini memang sudah menetapkan pilihan tahun 2007 ini tidak ikut. Tetapi berbeda dengan kawan seangkatan kuliah di Teknik ikut-ikutan seleksi CPNS. Tak hanya itu, teman lainnya yang biasa tergabung di organisasi eksternal di kampusnya tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebut saja satu nama, Rudi, pria bertubuh atletis lulusan Fakultas Pertanian ini, mempunyai pilihan lain. Kendati sudah mapan bekerja di perusahaan pembiayaan ternama. Tetapi, pria berambut ikal mengatakan ia harus menggunakan fotokopi berlegalisir ijazah maupun transkrip akademik. Mungkin ia merasa percuma, bila IPK yang hasilnya memuaskan tapi tidak digunakan untuk melamar jadi seorang abdi masyarakat dan negara. ”Mumpung ada kesempatan dan formasi ku banyak dicari. Tidak salahnya mencoba,” terangnya kepada wartawan koran ini, Desember tahun lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Rudi mengakui selain mentes kemampuan intelektualnya, ia berasalan ikut ujian CPNS sebagai sarana untuk reuni dengan kawan-kawannya di kampus hijau itu. Entah apakah kawan seangkatan, satu organisasi maupun kawan lainnya. ”Ini adalah reuni yang tidak resmi. Pasalnya pas pelaksanaan ujian kita bertemu lagi dengan sahabat-sahabat lama satu perjuangan saat makan bangku kuliah,” ungkapnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bukan ia saja yang merasa hari pelaksaan ujian sebagai ajang reuni. Udin, lulusan lainnya lainnya yang sudah kerap ikut ujian CPNS mengakui hampir setiap tahun ia mengikuti tes CPNS. Jadinya, ia dapat berkumpul dan bertukar khabar dengan kawan-kawan di kuliah dulu. Sebenarnya, sangat baik juga ikut seleksi CPNS. Karena dari reuni tidak resmi ini siapa tahun, rekan kuliah sudah menjadi sukses. Tentunya, dapat menjadikan sharing dalam berusaha. <strong>(m wahyuni)</strong></span></p>
<p><a href="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/1pns-dambaan-sebagian-orang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-27" title="1pns-dambaan-sebagian-orang" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/1pns-dambaan-sebagian-orang.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/barabaiview.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/barabaiview.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=26&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/10/pns-masih-di-idamkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/1pns-dambaan-sebagian-orang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1pns-dambaan-sebagian-orang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>energi alternatif lagi</title>
		<link>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/08/energi-alternatif-lagi/</link>
		<comments>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/08/energi-alternatif-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 07:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barabaiview</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barabaiview.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Biogas bagi Kehidupan Petani (2-habis) Pupuk Organik, Daun Sup Penghasil Uang Kotoran sapi tak hanya menghasilkan gas metan untuk proses pembakaran, tapi sisa dari permentasi menghasilkan bahan sisa. Berupa pupuk organik yang kaya hara untuk kebutuhan tanaman. Tanaman Daun &#8230; <a href="http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/08/energi-alternatif-lagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=21&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_22" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/feature-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-22" title="feature-2" src="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/feature-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="daun sup alias seledri" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">daun sup alias seledri</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Manfaat Biogas bagi Kehidupan Petani (2-habis) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pupuk Organik, Daun Sup Penghasil Uang</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Kotoran sapi tak hanya menghasilkan gas metan untuk proses pembakaran, tapi sisa dari permentasi menghasilkan bahan sisa. Berupa pupuk organik yang kaya hara untuk kebutuhan tanaman. Tanaman Daun sup salah satunya.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sepertinya petani atau peternak akan selalu hidup berkecukupan. Bayangkan, dengan kandang sederhana berisi minimal 4 ekor sapi dewasa mereka sudah dapat menyediakan bahan baku untuk satu unit alat biogas. Kotoran sapi yang dihasilkan pun sekitar 90 Kg hari dan mampu menghasilkan gas yang menyala sampai 16 jam sehari. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk energi, terutama untuk kebutuhan masak memasak di dapur. Praktis petani peternak tak jadi masalah. Kadada lagi memikirkan untuk beli mitan atau harus antre segala. Satu sudah yang bisa dihemat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lainnya, hasil dari permentasi adalah limbah buangan yang berupa pupuk organik kaya hara. Pupuk organik itupun sangat diperlukan oleh petani untuk memperbaiki kualitas lahan persawahan untuk tanaman padi. Artinya, dari tanaman padi asupan sandang selama setahun petani peternak menjadi bebas. Ngak perlu lagi membeli beras.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu untuk casf flow yang digunakan setiap hari, ternyata petani perternak sudah mengeluarkan jurus jitu. Memanfaatkan halaman rumah, petani membuat bedengan panggung untuk tanaman daun sup. Media tanaman di bedengan yang berukuran 1 x 5 meter (tergantung dengan luas perkarangan rumah, red) diambil dari sisa, permentasi kotoran sapi. Gas untuk biogas di dapur, sisanya (bahan padat) untuk pupuk organik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hasilnya ternyata cukup menggembirakan, Hartati salah seorang petani Daun Sup di Desa Gambah Batu Benawa mengatakan setiap satu minggu tanaman daun supnya dapat dipanen. Per minggu dapat menghasilkan 1.00 ikat daun sup. Per ikatnya dihargai Rp1.000. ”Bersih per minggu kami dapat Rp100 ribu, lumayan belanja dan keperluan sekolah anak,” terangnya saat ditemui di kebun depan rumahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Menurut Hartati, hasil jualan tergantung dengan luasan bedengan. Semakin banyak bedengan, tentunya hasil semakin banyak. Contohnya, kakaknya, dapat<span> </span>menghasilkan uang Rp500 ribu per minggu. Bagaimana menurut Anda?. <strong>(m wahyuni)</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/barabaiview.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/barabaiview.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/barabaiview.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/barabaiview.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=barabaiview.wordpress.com&amp;blog=4720139&amp;post=21&amp;subd=barabaiview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://barabaiview.wordpress.com/2008/09/08/energi-alternatif-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a583a24d38d635074621c68475379b74?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">barabaiview</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://barabaiview.files.wordpress.com/2008/09/feature-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">feature-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
